Konservasi Hutan di Indonesia

dd

Dalam sebuah penelitian oleh Totok Dwi Diantoro seorang dosen bagian Hukum Lingkungan Fakultas Hukum UGM tahun 2010 disebutkan bahwa hingga tahun 2006 Indonesia telah mengukuhkan 5 taman nasional. Taman Nasional Tesso Nilo, Riau yang dikukuhkan 2004 mengalami perambahan kawasan hutan melalui konveri peruntukan lahan. Hingga tahun 2009 setidaknya telah mendegradasi lebih dari 30% luas kawasan taman nasional.

Menurut komunitas internasional dalam konservasi, IUCN dalam definisinya menyebutkan bahwa taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang luas, baik di darat maupun di laut, dimana terdapat satu atau lebih ekosistem yang utuh tidak terganggu. Di dalamnya terdapat jenis-jenis tumbuhan dan satwa beserta habitatnya, juga tempat-tempat yang secara geomorfologi bernilai untuk kepentingan ilmu pengetahuan, pendidikan, budaya, rekreasi, dan pariwisata, panorama alam yang menonjol, dimana masyarakat diperbolehkan masuk ke dalam untuk berbagai kepentingan tersebut. Pada pengertian ini taman nasional hanya bisa diakses secara terbatas yaitu hanya untuk riset dan pariwisata tetapi tidak untuk kepentingan budidaya. Sedangkan dari sudut pandang hukum, konsepsi taman nasional di Indonesia merupakan kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

Pembentukan taman nasional ini merupakan usaha untuk konservasi lingkungan. Dilihat dari sudut pandang ekologi, konservasi merupakan upaya pengalokasian/pemanfaatan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhanpada saat itu dengan tetap mempertahankan dan memperhitungkan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatannya di masa yang akan datang. Menurut UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAHE), konservasi sumber daya alam hayati adalah pengelolah sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas kesinambungan persediaanya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Tujuan dari adanya konservasi tidak lain dan tidak bukan merupakan upaya pengelolaan terhadap sumber daya alam yang tidak semata-mata untuk melindungi dalam arti kelestarian bentuk tetapi kelestarian fungsi.

Indonesia merupakan negara berkembang yang dilihat dari segi ekonominya sangat bergantung pada sumber daya alam hayati dan lingkungan alam yang salah satunya adalah produk-produk pertanian. Ketergantungan penduduk pada sumber daya alam hayati ini menyebabkan adanya eksploitasi yang berebihan dan menyebabkan banyak spesies semakin terancam bahkan menghilang. Pengukuhan suatu lahan menjadi taman nasional sangat mengancam kehidupan masyarakat khusunya dilihat dari segi ekonominya, sebagai contoh di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau. Kekayaan alam masih menjadi pilar penyokong utama pemasukan di Indonesia. Sekitar 70% pendapatan non-pajak Indonesia berasal dari kekayaan alam. Pelestarian hutan untuk proyek konservasi belum menjadi prioritas karena masih lebih menguntungkan menebang hutan daripada menjaga hutan alami. Selain itu, masalah yang mengganggu konservasi hutan antara lain sebagai berikut.

1.      Penebangan hutan dalam skala besar masih terus terjadi.

Salah satu penyebab penebangan hutan yang terus terjadi adalah karena lahan hutan yang berubah fungsi. Lahan hutan yang tadinya digunakan sebagai pemasok utama bahan baku perindustrian dan lahan pertanian dikukuhkan menjadi taman nasional. Dilihat dari pergeseran ini pihak yang dulunya menduduki kawasan ini tentunya akan merasa sangat dirugikan, sehingga tidak dapat dielakan bahwa salah satu jalan cepat dan mudah untuk tetap melakukan usaha pihak tersebut akan membuka jalur atau koridor untuk menjarah hutan.

2.      Perluasan wilayah pertanian, perkebunan, serta tambang.

Perekonomian masyarakat sekitar yang sangat terbatas mendorong penduduk sekitar untuk mengklaim lahan hutan konservasi atau milik negara untuk perluasan wilayah demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat. Namun tidak sedikit penduduk yang justru memperjual belikan lahan tersebut untuk digunakan sebagai kebun sawit dan pertambangan karena semakin banyaknya investor asing di bidang kelapa sawit dan tambang. Belum lagi pajak bumi dan bangunan untuk hutan yang sangat rendah semakin memudahkan individu atau perusahaan untuk memiliki ribuan hektar hutan dengan pajak murah.

3. Tabrakan administrasi

Indonesia yang menggunakan sistem desentralisasi membuat hak pengelolaan hutan pun dikembalikan ke pemerintahan lokal. Namun, situasi ini memunculkan tubrukan antara izin penggunaan lahan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah regional.

4. Keputusan-keputusan politik.

Proses pengambilan keputusan politik menjadi kelemahan terbesar. Salah satu yang menjadi sorotan adalah tidak transparannya proses pemberian izin pengelolaan untuk industri yang bersifat mengeruk kekayaan alam. Selain itu, proses pengambilan keputusan juga jarang melibatkan partisipasi masyarakat lokal.

Akibat aktivitas masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan ekonominya akan menyebabkan kerusakan hutan. Kerusakan hutan merupakan berkurangnya luasan areal hutan karena kerusak ekosistem hutan yang sering disebut degradasi hutan ditambah juga penggundulan dan alih fungsi lahan hutan atau istilahnya deforestasi, padahal hutan memiliki peran yang penting bagi kehidupan diantaranya sebagai berikut.

  1. Pelestarian plasma nutfah, yang merupakan bahan baku yang penting untuk pembangunan di masa depan, terutama di bidang pangan, sandang, papan, obat-obatan dan industri.
  2. Penahan dan penyaring partikel padat dari udara, dengan adanya hutan, partikel padat yang tersuspensi pada lapisan biosfer bumi akan dapat dibersihkan oleh tajuk pohon melalui proses jerapan dan serapan. Partikel yang melayang-layang di permukaan bumi sebagian akan terjerap pada permukaan daun, khususnya daun yang berbulu dan yang mempunyai permukaan yang kasar dan sebagian lagi terserap masuk ke dalam ruang stomata daun. Ada juga partikel yang menempel pada kulit pohon, cabang dan ranting. Dengan demikian hutan menyaring udara menjadi lebih bersih dan sehat.
  3. Penyerap partikel timbal dan debu semen
  4. Peredam kebisingan, pohon dapat meredam suara dan menyerap kebisingan sampai 95% dengan cara mengabsorpsi gelombang suara oleh daun, cabang dan ranting. Jenis tumbuhan yang paling efektif untuk meredam suara ialah yang mempunyai tajuk yang tebal dengan daun yang rindang.
  5. Mengurangi bahaya hujan asam, hujan yang mengandung H2SO4 atau HNO3 apabila tiba di permukaan daun akan bereaksi dengan Ca yang terdapat pada daun membentuk garam CaSO4 yang bersifat netral. Dengan adanya proses intersepsi dan gutasi oleh permukaan daun akan sangat membantu dalam menaikkan pH, sehingga air hujan menjadi tidak begitu berbahaya lagi bagi lingkungan.
  6. Penyerap karbonmonoksida, mikro organisme serta tanah pada lantai hutan mempunyai peranan yang baik dalam menyerap gas ini dari udara yang semula konsentrasinya sebesar 120 ppm menjadi hampir mendekati nol hanya dalam waktu 3 jam saja.
  7. Penyerap karbondioksida dan penghasil oksigen
  8. Penahan angin, angin kencang dapat dikurangi 75-80% oleh suatu penahan angin yang berupa hutan kota.
  9. Penyerap dan penapis bau
  10. Pelestarian air tanah
  11. Mengurangi stress, meningkatkan pariwisata dan pencinta alam

Untuk mengembalikan fungsi hutan dan konservasi bisa berjalan sebagaimana mestinya harus ada upaya untuk menanggulanginya. Upaya yang bisa diambil misalnya sebagai berikut.

  1. Pengawasan yang ketat dan tindakan hukum yang keras bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab atas rusaknya hutan konservasi karena eksploitasi yang berlebihan.
  2. Melibatan penduduk lokal dalam pengambilan keputusan dan pemberian izin pengelolaan untuk industri yang bersifat mengeruk kekayaan alam
  3. Menaikkan pajak tanah atau hutan agar membatasi kompetisi atas hutan dan pemerintah harus mensubsidi lebih banyak proyek-proyek yang mengutamakan lingkungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: